Hari ini dapat curhatan dari beberapa teman dan tiba-tiba
aku pun mem-flashback ke beberapa kejadian yang udah lalu. /sweat Umm, mungkin ga etis
kalo aku ceritain di sini. Tapi, sejujurnya aku cukup kecewa terhadap kebobrokan
pribadi pengajar yang suka menyulitkan materi yang padahal sebenarnya cukup mudah
untuk dipelajari dan “main-main” dengan nilai anak didikannya yang sekiranya ga
berkenan di matanya. Hmm, batasan profesionalitas dan kehidupan pribadi tuh
kayaknya ga ada berbatas lagi deh buat orang-orang begituan... Dan parahnya
lagi, kadang-kadang orang-orang seperti itu suka mencari-cari kesalahan bahkan
menuduh sesuatu yang belum tentu benar ke para anak didiknya. It’s so
irritating, you know. And one more, jika pada akhirnya kita merasa bisa
menjawab soal-soal ujian saat test trus di keseharian dalam pembelajaran tuh
kita aktif+cukup baik dan tenyata hasilnya ga berbanding lurus, kita selalu
saja di pojokkan. /shock Hal ini bukan saja pernah ku alami. Teman-teman ku juga
hampir 90% pernah mengalaminya. Hmm, mau jadi apa sih kalo gitu? /no Tetapi aku
bersyukur sih ya, di lingkungan baru ku ini (Kehidupan Kampus Hijau FEKON
UNTAN), aku tidak menjumpai pribadi seperti itu dan aku berharap ga akan pernah
menjumpai pribadi pengajar bak monster seperti itu (lagi).. Cukuplah dulu
pernah ku alami. Amin.. Uh, capek ah...
Jadi malah ingat kenangan buruk... Ganti suasana ah, ingat yang senang-senang
aja... /blush
MID Test hari ke-lima
Lagi-lagi... Koq di tunda sih ujiannya? Udah beberapa hari
ini kejadian kayak gini terjadi. Dosen-dosen pada ga mood buat ngadain ujian
kali ya? Hadeh-hadeh.. /sweat Jadi agak menumpuk gitu ujiannya... Kata dosennya sih
Jum’at depan ujiannya... Ya, semoga aja jadi n ga nunda-nunda kayak gini lagi deh...
Hmm... Besok bakalan ada kelas tambahan... Review materi dulu dah... See you
later, guys! /bye
MID Test hari ke-empat...
Huaaaaaaaaaaa! Gimana sih itu dosennya, masa ujiannya di
tunda? /blur Padahal awalnya bilang ada ujian. Wew... Ga apa-apa deh. Jadi bisa punya
waktu lebih buat persiapin diri dengan lebih baik lagi buat ujian. Dan ga hanya
itu sih hal yang ga menyenangkan yang terjadi... Kata dosennya itu, bakalan
ngadain kelas tambahan pas weekend buat menyusul ketertinggalan materi. Sempat
illfeel sih lho ya. Kenapa? Karena beberapa waktu lalu itu dosen pernah janji
mau kasi kelas tambahan kayak gituan, tapi ujung-ujungnya malah batalin secara
dadakan. Ampun deh, tau kayak gitu, aku ga bakalan batalin rencana pulkam ke
rumah tercinta. Home sick banget waktu itu. Asli, sempat agak kesal. Tapi ya
udah lah, udah terjadi juga. Semoga aja kali ini, itu dosen ga begitu lagi.
Masa lagi-lagi aku mesti batalin rencana pulkam dengan sia-sia gitu? Ga untuk
kedua kalinya deh....
Besok MID Test Auditing... Semoga lancar... Hehe.. Amen! /bye
MID Test hari ketiga... /blush
Nyahahaha... Hari ini rupanya ga ujian. Itu ujiannya di
ganti dengan tugas yang cukup “wah”... Tapi
tetap bersyukur, meskipun tugas yang dikasi sama dosen buat pengganti MID cukup
susah, namun setidaknya lebih ringan beberapa “gram” ketimbang MID langsung.
Hahaha.
Oh ya, sampai lupa. Entah aku dah bilang ini atau belum,
tapi sistem ujian ku semester ini beda lho dari semester-semester lalu. Karena apa?
Gini lho, dulunya MID dan Final exam itu pake jadwal dan yang mengawas itu
bukan dosen, melainkan staff akademik. Namun mulai dari semester ini dan
berikutnya, itu ujiannya ga terjadwal dan yang lebih “wah” itu dosennya
langsung yang ngawas. Asoy! Hahaha... Jadi jadwal ujiannya itu tergantung “mood”
dosen dan syukurnya ada beberapa dosen yang baik n masih kasitau kalo mau
ngadain ujian. Hehehe. Itu artinya kami-kami sebagai mahasiswa juga mesti
pandai “memprediksi” waktu yang kira-kira bakalan digunakan dosen buat ngadain
ujian dadakan. Tapi ada dampak positif-nya sih. Jadinya tiap hari kami mesti
lebih giat belajar lagi sebelum melangkahkan kaki ke kampus. Istilahnya tuh, harus
ada “modal di kepala” gitu. Haha! /hmm
Besok ujian hari ke-empat. Semoga besok semuanya berjalan
dengan lancar. Amen! /bye
MID Test hari kedua...
Hari ini aku menghadapi 2 matkul... /sweat Dan kedua-duanya cukup sulit. Pertama
itu perpajakan. Memang cukup menyenangkan sih ya karena sistemnya open book.
Hitungannya memang ga terlalu sulit, tapi teorinya itu lho... Jawabannya se-abrek!
Jadi deh aku nulisnya ga karu-karuan. Balapan gitu dah.
Hahaha. Dan Puji Tuhan, selesai pada detik-detik terakhir. Semoga aja tulisan
ku yang kayak cacing kepanasan itu bisa di baca ma dosennya... Amin! Hihi...
Dan hasilnya juga bagus...
Selanjutnya, ujian Bahasa Indonesia. Memang sih ya, meskipun
dari SD sampai Kuliah, itu pelajaran masih eksis, tapi jangan di anggap remeh.
Hehe. Awalnya aku ga terlalu ambil pusing karena aku udah persiapan dari
jauh-jauh hari. Tapi ternyata semuanya tuh salah! Kenapa bisa gitu? Karena
sistem ujiannya. Aduh hai, itu dosennya ga senang kali ya kalo punya
mahasiswa-mahasiswa yang brilliant. Nyahahaha... Yang bener aja, sistemnya
cukup sulit dan bisa di bilang aneh. Soalnya memang Cuma 24. 20 pilihan ganda,
4 essay. Yang essay sih ok, tapi yang pilihan gandanya itu lho. Perintahnya
gini lho, “lingkari lah jawaban yang Anda anggap benar. Jawaban yang benar bisa
satu, dua, tiga, bahkan empat, atau malahan salah semua. Jadi silahkan kolom
sesuai dengan yang Anda yakini”. Gila ga itu? Kalo meleset dikit aja mah,
langsung “Game Over”. /blur Ujung-ujungnya, aku lakukan yang terbaik. Semoga aja
hasilnya bagus. Amin...
Segini dulu dah... Mau belajar lagi buat ujian besok. Hehe!
Semangat! /bye
MID Test hari pertama...
Aku sangat bersyukur karena semuanya berjalan
dengan cukup lancar. Seperti yang udah aku duga sebelumnya, fenomena “booking-booking”
tempat pun marak terjadi. Haha... Serius
aja, 2 jam sebelum ujian rupanya hampir
85% tempat duduk udah ludes. /shock Akhir-akhirnya karena aku datang setengah jam
sebelum ujian, aku pun duduk di bangku deretan kedua dari depan... Puji Tuhan, hal
tersebut ga begitu mempengaruhi kosentrasiku untuk menjawab soal-soal ujian. Dan
hari pertama ujian pun cukup sukses. Hoho. /hmm
Besok hari kedua, semoga persiapan ku bisa berbuah manis
pada akhirnya... Amin!
Buat teman-teman yang juga ujian, semangat ya! God Bless! /bye
Libur.. Libur...
Yaps, hari ini aku ga pergi ke kampus dan kuliah seperti biasanya karena hari ini libur...
Seperti biasanya, kesibukkan ku ga berubah, mau libur ataupun ga libur. Sama aja. Bisa agak free di hari Sabtu dan Minggu aja.
Saat mengetik posting-an ini, satu hal yang ingin ku katakan bahwa aku merasa lapar. #Kreeek, kruukk, krook, itulah suara perutku# /no
Hari ini, banyak rumah makan yang tutup karena hari ini Idul Adha. Dan hal itu berdampak buatku juga.. Aku jadi susah mau beli makan... Pagi tadi cuma makan Indomie untuk Vegetarian aja. Dan itu ga cukup buatku...
Malampun tiba, dan aku semakin lapar... Roti yang biasanya ku makan sebagai cemilan sudah ga mempan buat mengatasi laparku yang makin menjadi itu. Ujung-ujungnya, nunggu mamang bakso... Tapi rupanya itu mamang ga jualan. Ya, ga usah di bilang lagi deh, aku pun terpaksa berencana untuk makan mie lagi... Eh, tapi ga di sangka... Di kala keadaan yang ga menyenangkan itu, Tuhan senantiasa baik dan menunjukkan KasihNya buat ku. Tiba-tiba aja ibu kost ku nyuruh aku makan di rumahnya, katanya banyak makanan... (Padahal aku ga pasang muka kelaparan lho ya). Di tawari kayak gitu, aku senang bukan main... Nyanyi-nyanyi dalam hati dan bilang Tuhan Yesus amat baik. Jadilah aku makan di sana dan cukup kenyang serta gratiiiis. Hoho... Tapi kenyang-nya ga bertahan lama, buktinya aku lapar lagi... Tapi, aku tetap bersyukur buat Berkat yang udah aku nikmati. ^^
Besok pagi rencananya aku mau check-up ke Dokter daaaaaaan kini saatnya untuk tidur...
Good night, everyone. God Bless you, all! ^^ /bye
/hihi
Yaps! I'm coming! Hahaha...
Hari ini sesi bahasa informal muncul lagi.. Ehm, sekali-sekali ga apa-apa donk ya... Tergantung kondisi, kalo perlu formal ya pasti formal, kalo ga ya ga formal...
Ga terasa dah lama banget aku ga buka blog ku yang tercinta ini *lebay gila* /XD
Dan setelah ku lihat-lihat rupanya akhir-akhir ini aku benar-benar jarang posting sesuatu. Emergency mode : ON!!! Nguiiiing.. Nguiiing... Traffic dan visitor juga menurun drastis. /floor
Oke, kegilaan pertama yang ku alami sehingga benar-benar ga punya waktu untuk posting-an di sini karena kehidupan kampus yang semakin kompleks. Tugas yang datang bertubi-tubi seperti kereta api yang mengantri panjang di tambah beberapa kerjaan lain yang cukup, umm, yaaa boleh lah di bilang menyenangkan, membuat waktu ku untuk masuk ke jalur dunia maya ini semakin terbatas. Kayaknya bakalan ada yang bilang, "halah, lagu lama itu". LOL.
Tapi emang itu alasannya.. Beneran. Hoho...
Dan hari Senin ini, aku akan menghadapi MID Test di Semester 5. Benar-benar ga terasa ya... Bentar lagi semester 6, trus semester 7... Dan tiba lah sidang-sidangan... Itu mah bakalan lebih sibuk lagi dari sekarang. Semoga aja tar dapat Dosen penguji berhati kapas.. Cukuplah sudah punya PA berhati batu karang. Asli... Mentalku ikut-ikutan jadi mental tentara alias punya jiwa militan... (Berlebihan? Ga deh ya! Jujur deh. Haha).
Dan pemandangan yang sudah membudaya akan segera terlihat. Apalagi di tambah system ujian yang baru ini. Dosen langsung yang kasi soal dan ngawas ujiannya. Seperti biasa, yang sehari-hari kuliahnya datang telat, saat exam kayak gini, pasti datang paling awal. Bahkan kadang ada yang datang 2 jam sebelum ujian. Habis itu booking tempat duduk sana-sini buat si A, B, C sampai si Z... Kayak booking tiket pesawat aja. Katanya sih, "posisi menentukan prestasi". Ujung-ujungnya yang datang sesuai jadwal normal, dapat tempat duduk yang luar biasa depannya. Dah bisa face to face langsung ma dosen. Hahahaha. Ahh, yang penting persiapkan diri dengan semaksimal mungkin aja deh. Mau duduk di mana pun, it's okay. /nobigdeal
Oh ya, kayaknya ada yang terlupakan...
Entah mengapa setahunan terakhir ini, aku jadi rada-rada pelupa. Umm, I mean ga seperti biasanya. Segala sesuatu yang dulunya ga perlu ku catat di memo, sekarang perlu ku lakukan. Gara-gara banyak pikiran kali ya? Jadi memory-ku over capacity. Semoga ga ada masalah yang berarti deh. Hohoho...
Untuk mengakhiri posting-an ku kali ini, aku mau bilang kalo Tuhan selalu baik dan teramat baik buat ku! ^^
Yaps! I'm coming! Hahaha...
Hari ini sesi bahasa informal muncul lagi.. Ehm, sekali-sekali ga apa-apa donk ya... Tergantung kondisi, kalo perlu formal ya pasti formal, kalo ga ya ga formal...
Ga terasa dah lama banget aku ga buka blog ku yang tercinta ini *lebay gila* /XD
Dan setelah ku lihat-lihat rupanya akhir-akhir ini aku benar-benar jarang posting sesuatu. Emergency mode : ON!!! Nguiiiing.. Nguiiing... Traffic dan visitor juga menurun drastis. /floor
Oke, kegilaan pertama yang ku alami sehingga benar-benar ga punya waktu untuk posting-an di sini karena kehidupan kampus yang semakin kompleks. Tugas yang datang bertubi-tubi seperti kereta api yang mengantri panjang di tambah beberapa kerjaan lain yang cukup, umm, yaaa boleh lah di bilang menyenangkan, membuat waktu ku untuk masuk ke jalur dunia maya ini semakin terbatas. Kayaknya bakalan ada yang bilang, "halah, lagu lama itu". LOL.
Tapi emang itu alasannya.. Beneran. Hoho...
Dan hari Senin ini, aku akan menghadapi MID Test di Semester 5. Benar-benar ga terasa ya... Bentar lagi semester 6, trus semester 7... Dan tiba lah sidang-sidangan... Itu mah bakalan lebih sibuk lagi dari sekarang. Semoga aja tar dapat Dosen penguji berhati kapas.. Cukuplah sudah punya PA berhati batu karang. Asli... Mentalku ikut-ikutan jadi mental tentara alias punya jiwa militan... (Berlebihan? Ga deh ya! Jujur deh. Haha).
Dan pemandangan yang sudah membudaya akan segera terlihat. Apalagi di tambah system ujian yang baru ini. Dosen langsung yang kasi soal dan ngawas ujiannya. Seperti biasa, yang sehari-hari kuliahnya datang telat, saat exam kayak gini, pasti datang paling awal. Bahkan kadang ada yang datang 2 jam sebelum ujian. Habis itu booking tempat duduk sana-sini buat si A, B, C sampai si Z... Kayak booking tiket pesawat aja. Katanya sih, "posisi menentukan prestasi". Ujung-ujungnya yang datang sesuai jadwal normal, dapat tempat duduk yang luar biasa depannya. Dah bisa face to face langsung ma dosen. Hahahaha. Ahh, yang penting persiapkan diri dengan semaksimal mungkin aja deh. Mau duduk di mana pun, it's okay. /nobigdeal
Oh ya, kayaknya ada yang terlupakan...
Entah mengapa setahunan terakhir ini, aku jadi rada-rada pelupa. Umm, I mean ga seperti biasanya. Segala sesuatu yang dulunya ga perlu ku catat di memo, sekarang perlu ku lakukan. Gara-gara banyak pikiran kali ya? Jadi memory-ku over capacity. Semoga ga ada masalah yang berarti deh. Hohoho...
Untuk mengakhiri posting-an ku kali ini, aku mau bilang kalo Tuhan selalu baik dan teramat baik buat ku! ^^
Korupsi
merupakan suatu hal yang tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Sejak
zaman orde lama dan orde baru hingga hari ini pun negeri kita ini masih
berupaya untuk menghadapi permasalahan korupsi yang tidak habis-habisnya. Permasalahan
tersebut pasti ada pada setiap negara. Korupsi telah menjadi suatu budaya yang
sangat buruk bagi pemerintahan negara khususnya yang dapat kita lihat di
Indonesia. Sikap masyarakat yang masih toleran terhadap korupsi merupakan salah
satu alasan mengapa korupsi sulit untuk di berantas. Jika kita bicara mengenai
korupsi, kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana atau mengapa hal tersebut
terjadi, namun pastinya kita juga berbicara tentang pihak yang melakukan tindak
korupsi itu dan pihak mana saja yang berjuang dan berusaha keras untuk
memberantas korupsi tersebut. Terkadang jika kita lihat, tidak jarang
masyarakat berpendapat bahwa pemerintah lah yang harus di salahkan atas semua
kasus korupsi yang terjadi di negeri ini, sehingga pada akhirnya masyakat pun sering
kali bersikap acuh tak acuh atas birokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Sebenarnya
pendapat tersebut merupakan suatu pemikiran yang tidak dapat di benarkan karena
pada dasarnya pihak yang melakukan korupsi bisa saja datang dari pihak
non-pemerintahan.
Korupsi
yang sudah menjamur dan membudaya dalam kehidupan sebagian besar masyarakat sudah
bisa di katakan telah di luar kendali. Bisa kita lihat bahwa pemerintah dengan
gencarnya melakukan aksi untuk memberantas korupsi. Terutama yang dapat kita
lihat dari lembaga yang di bentuk oleh pemerintah dengan nama Komisi
Pemberantasan Korupsi atau yang lebih di kenal dengan sebutan KPK. Yang menjadi
pertanyaan, apakah hanya cukup KPK saja yang di andalkan oleh masyarakat dan
pemerintah guna memberantas masalah korupsi tersebut? Tentu saja tidak. Di sini
peranan masyarakat dan pemerintah juga di perlukan. Mengapa demikian? Karena
korupsi tidak akan pernah hilang jika kita tidak ikut serta untuk memberantasnya.
Lantas bagaimana dan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu memerangi
permasalahan korupsi itu? Di sini ada beberapa hal yang mungkin bisa di lakukan
oleh pemerintah, dan yang pastinya oleh kita juga sebagai warga negara
Indonesia.
Bagi Pemerintah
1. Menerapkan
hukum dan peraturan yang berlaku secara konsisten.
Hukum
dan peraturan yang ada bukan sekedar di buat sebagai formalitas dalam pemerintahan
suatu negara. Sebaliknya, hukum itu ada
untuk mengatur dan menindak hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Dengan demikian, perlu bagi pemerintah untuk memberlakukan dan
menjalankannya secara efektif kepada masyarakat, khususnya menerapkan peraturan
dan hukum mengenai korupsi. Jika
nantinya terjadi tindakan korupsi, maka pemerintah harus menangani dan menindak
pelaku korupsi tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku tanpa
memandang siapa orang itu, bahkan jika pelaku korupsi itu adalah keluarga,
teman atau rekan kerja kita sekalipun. Sanksi
yang tegas dan peraturan yang ketat sangat penting untuk di berlakukan. Ketegasan
dan keadilan juga tidak kalah penting dalam menegakan hukum guna menciptakan
birokrasi yang bersih dalam pemerintahan.
2. Pembaharuan
hukum dan peraturan yang berlaku.
Memperbaharui
hukum dan peraturan yang sudah ada bukan merupakan perkara yang mudah untuk di
lakukan. Namun di sini, pembaharuan hanya perlu di lakukan oleh pemerintah jika kondisi yang di hadapi sudah semakin
berubah dan peraturan yang lama di rasa sudah tidak efektif lagi untuk di
berlakukan. Di lingkungan yang senantiasa berkembang dan dinamis ini perlu
adanya pembaharuan dalam bidang hukum dan peraturan yang di buat oleh pemerintah
guna menyesuaikannya dengan kondisi yang ada khususnya menyangkut hukum dan
peraturan mengenai korupsi.
3. Mengadakan penyuluhan mengenai korupsi bagi masyarakat dan
pemerintah.
Pengetahuan
mengenai hal korupsi memang sangat penting. Bukan hanya bagi masyarakat, tapi
juga bagi pemerintah sendiri. Di sini, penyuluhan bisa saja di lakukan oleh
pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam penyuluhan, penting untuk di
sampaikan tentang bagaimana buruknya korupsi dan bagaimana upaya yang bisa di
lakukan untuk mencegah bahkan memberantasnya. Menciptakan suatu kesadaran di
benak masyarakat sedini mungkin mengenai betapa buruknya korupsi di harapkan
bisa membuat masyarakat lebih bisa membentengi diri dari korupsi.
4. Memberikan
sanksi moral bagi pelaku korupsi.
Di
negara kita ini meskipun tergolong memiliki tingkat korupsi yang relatif
tinggi, namun ada hal yang masih sangat berharga dan bisa menjadi harapan bagi
bangsa ini untuk memberantas korupsi. Meskipun korupsi tampaknya menjamur
kepada banyak orang, tapi jumlah orang yang non-korupsi lebih banyak dibanding
dengan orang yang melakukan korupsi. Bisa di katakan bahwa pihak non-korupsi
menjadi mayoritas dan pihak yang melakukan korupsi menjadi minoritasnya. Sering
sekali kita mendengar suatu istilah yang mengatakan bahwa kaum yang mayoritas
terkadang akan mengalah kaum yang minoritas. Di sini, bisa di tegaskan bahwa
jika seorang terbukti melakukan tindak pidana korupsi maka pihak yang
non-korupsi harus mengucilkannya. Sebenarnya bukan dengan maksud yang jahat
untuk melakukan pengucilan itu. Namun tujuan sebenarnya adalah agar koruptor
itu bisa mendapatkan pembelajaran dan hukuman sebagai sanksi moral yang harus
dia terima karena tindak korupsi yang dilakukannya. Bila perlu, sanksi dan
hukuman yang berat harus di berikan kepada koruptor. Dengan demikian diharapkan
bahwa selain mendapatkan hukuman menurut peraturan perundang-undangan, koruptor
juga menerima hukuman yang berbentuk sanksi moral sehingga koruptor tersebut
tidak berani untuk melakukan korupsi lagi. Dan hal tersebut bisa menjadi contoh
bagi masyarakat dan pemerintah untuk membentengi diri dan tidak kompromi dengan
korupsi.
Bagi Masyarakat
1. Membiasakan
diri untuk tidak berkompromi dengan korupsi.
Biasanya
sesuatu yang besar akan bermula dari hal yang kecil terlebih dahulu. Perlu di
tegaskan bahwa jangan pernah sekali-kali berkompromi dengan korupsi bahkan
dalam hal yang sederhana sekalipun. Sebagai contoh, dengan sengaja terlambat ke
tempat kerja dengan alasan yang di buat-buat. Tindakan yang demikian sudah bisa
di kategorikan sebagai tindak korupsi. Dalam hal ini adalah korupsi waktu.
Memang korupsi semacam itu sepertinya sangat sepele. Namun jangan pernah
menganggap remeh korupsi seperti itu karena jika sudah terbiasa melakukannya
maka dengan sendirinya akan muncul mindset
yang menganggap bahwa korupsi bukan suatu hal yang buruk untuk dilakukan. Hal
tersebut jelas adalah suatu kesalahan. Untuk itu perlu untuk membiasakan diri dan
berkomitmen dengan diri sendiri agar tidak berkompromi dan bersikap toleran
terhadap korupsi bahkan sekecil apapun.
2. Menanamkan
sikap-sikap anti korupsi sedini mungkin.
Merupakan hal yang penting bagi masyarakat untuk memahami dan
menanamkan sikap-sikap anti korupsi dalam
diri sendiri sejak dini yaitu kejujuran, sikap disiplin, tanggung
jawab, mandiri, kerja keras, sederhana, berani, peduli, adil, dan malu untuk
melakukan korupsi. Dengan demikian diharapkan agar masyarakat tahu bagaimana
upaya dan tindakan yang dapat mereka lakukan untuk melindungi diri dari korupsi
sedini mungkin.
Dari penjelasan di atas dapat di
simpulkan bahwa korupsi memang sudah menjadi suatu budaya yang buruk khususnya
di Indonesia. Perlu usaha dan tekad yang kuat untuk memberantas korupsi yang
terjadi di negeri ini. Di sini, pengetahuan dan kesadaran dari setiap
individu-individu akan bahaya dan buruknya korupsi bisa menjadi suatu cara tersendiri
dalam memerangi dan memberantas korupsi. Hal ini juga akan berjalan dengan baik
jika di dukung dengan penegakan hukum dan sanksi yang tegas bagi para pelaku
korupsi.
Written by : Tri Wahyuni - Universitas Tanjungpura Pontianak.
Akhirnya, Dia menjawab pergumulanku...
Shalom, semuanya! ^^
Ga terasa dah lama aku ga posting apa pun di blog ku ini.
Hehe. Tapi kali ini, aku ingin untuk berbagi cerita tentang kebaikan dan berkat
yang Tuhan beri buat aku. Sebenarnya, kalo mau diceritakan, mungkin aku ga akan
sanggup untuk mengetik bahkan memaparkan semua kebaikan yang udah pernah Dia
beri buatku... Ya, begitu banyak kebaikanNya di dalam hidup ku, dan aku sudah
banyak memperoleh pengalaman dalam mengiring Tuhan. Satu hal yang ingin aku
katakan, “ Tuhan Yesus memang luar biasa!”
Puji Tuhan, secara pribadi aku sungguh bersyukur karena aku
hidup dan boleh mengenal Tuhan. Dan beberapa waktu yang lalu, Tuhan ternyata
menjawab pergumulanku yang kurang lebih sudah aku pergumulkan selama 2 tahunan.
Ini mengenai mama ku. Sebenarnya mama ku sering sakit dan sakitnya yang paling
membuatku sedih adalah penyakit gondoknya. Dokter sudah menyarankan kalo mama
ku harus secepat mungkin di operasi. Namun, karena ada suatu hal yang ga bisa
aku ceritakan terjadi, maka operasi mama ku pun di batalkan. Saat itu mama
sedih sekali dan beliau sering mengeluh kalo lehernya itu sakit karena gondok
tersebut. Sebagai seorang anak, aku merasa sedih sekali. Secara manusia,
mungkin ga banyak yang bisa ku lakukan, tapi masih ada satu hal yang dapat ku
kerjakan yaitu Berdoa. Ya, aku berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan ikut campur
tangan dalam rencana operasi mama ku.
Waktu pun berlalu, dan Tuhan belum memberikan jawabanNya
buat ku. Namun, Puji Tuhan karena aku ga putus asa. Aku ingat akan khotbah
salah seorang Pendeta yang kurang lebih begini, “Tuhan hanya akan memberi salah
satu dari 3 jawaban atas pergumulan dan Doa kita, yaitu IYA, TUNGGU, dan
TIDAK”. Aku menyadari bahwa begitu banyak Doa yang harus Tuhan dengarkan,
bahkan mungkin Doa yang lebih penting dari Doa ku. Selain itu, mungkin Tuhan
ingin menyatakan karyaNya yang besar bagiku di saatNya yang tepat...
Puji Tuhan, akhirnya Tuhan menjawab Doa dan pergumulan ku.
Kurang lebih 1 minggu yang lalu, mama ku menjalani operasi gondoknya dan saat
ini beliau sedang dalam masa pemulihan. Segalanya Tuhan cukupkan. Sungguh,
begitu sukacita aku rasakan atas kebaikanNya dalam hidupku... Terkadang,
mungkin Tuhan ga serta-merta memberi
jawaban atas Doa dan Pergumulan yang kita panjatkan, namun satu hal yang pasti,
apa pun itu semuanya adalah yang terbaik dariNya buat kita. Dan kita juga perlu
suatu Iman yang teguh serta kesabaran dalam menanti jawaban Tuhan...
God Bless you, all. ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)
